Demak- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menjadi ruang bagi anak untuk belajar bersosialisasi, mandiri, berkarya, serta membangun karakter. Penanaman budi pekerti, keimanan, adab, dan sikap yang baik perlu dilakukan sejak dini sebagai bekal anak dalam menghadapi tahapan kehidupan selanjutnya.
“PAUD adalah tempat anak belajar mengenal dunia, belajar bersosialisasi, belajar mengenali dan mengembangkan dirinya, belajar berkarya, belajar mandiri, sekaligus belajar menjadi pribadi yang baik,” Jelas Bunda PAUD Kabupaten Demak, Eisti’anah saat melakukan kegiatan Anjangsana dan Dolan ke PAUD di TK Kartika Rini I Bakung Mijen Demak, Rabu (16/9/26)
Bunda PAUD Kabupaten Demak menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung. PAUD menjadi tempat anak mengenal dunia, belajar bersosialisasi, mengembangkan diri, berkarya, mandiri, sekaligus belajar menjadi pribadi yang baik.
“PAUD adalah tempat anak belajar mengenal dunia, belajar bersosialisasi, belajar mengenali dan mengembangkan dirinya, belajar berkarya, belajar mandiri, sekaligus belajar menjadi pribadi yang baik,” tuturnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun. Program tersebut dimulai dari PAUD/TK, dilanjutkan SD selama enam tahun, SMP tiga tahun, dan SMA tiga tahun.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Haris Wahyudi Ridwan mengatakan kegiatan Anjangsana dan Dolan ke PAUD merupakan salah satu wujud visi Bunda PAUD Kabupaten Demak dalam mewujudkan anak usia dini yang GESIT dan CEKATAN, yakni generasi sehat, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, berkarakter, dan andal menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten Demak. Melalui tagline “Bocah Cilik Demak, Mesti Sekolah PAUD”, masyarakat didorong untuk memastikan anak usia dini memperoleh akses pendidikan, minimal satu tahun prasekolah.
Menurutnya, upaya tersebut penting dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi bonus demografi. Anak-anak yang saat ini mendapatkan pendidikan dan pendampingan akan menjadi generasi penerus bangsa dalam 10, 15, hingga 20 tahun mendatang.
Dalam kesempatan yang sama dilakukan CKG serta penyerahan secara simbolis Kartu Identitas Anak (KIA) dan tas sekolah dari Bunda PAUD kepada siswa TK Kartika Rini I. (red-kmf/nin)
