Anjangsana Bunda PAUD Demak, Dorong Perhatian Pada Anak Berkebutuhan Khusus

Demak – Bupati Demak Eisti’anah selaku Bunda PAUD Kabupaten Demak bersama jajaran pengurus Pokja Bunda PAUD melakukan kunjungan ke TK Kartika Rini I, Desa Bakung, Kecamatan Mijen, Rabu (16/9/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya melihat secara langsung kondisi pendidikan anak usia dini sekaligus menyerap berbagai persoalan yang dihadapi satuan pendidikan di lapangan.
Selain itu juga menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap tumbuh kembang anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Cek Kesehatan Geratis (CKG ) bagi anak paud dan Pengantarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Forkopimcam, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Kepala Dinpermades P2KB Kabupaten Demak dan Bunda PAUD Kecamatan se Kabupaten Demak.

Dalam sambutanya, Bupati Eisti’anah menyampaikan, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak boleh lagi dipandang sebagai sesuatu yang terpisah. Setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan, pendampingan, dan kesempatan berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

“Sudah tidak eranya anak-anak yang berkebutuhan khusus kemudian dikucilkan dan tidak mendapatkan pendidikan yang sama,” ujarnya.

Selain persoalan ABK, keterlambatan bicara atau speech delay juga menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditangani sejak dini dengan melibatkan orang tua, pendidik, dan lingkungan sekitar anak.

Menurutnya, kehadiran dan pendampingan orang tua sangat diperlukan agar kebutuhan anak akan interaksi, komunikasi, dan stimulasi tetap terpenuhi.

“Pendidikan sejak dini, pendidikan karakter, dan pendampingan anak bukan hanya tugas para guru PAUD atau TK, bukan pula hanya tugas pemerintah. Orang tua juga memiliki peran yang sangat penting,” ungkapnya.

Ia berharap, kunjungan Bunda PAUD tersebut tidak berhenti di Kecamatan Mijen, tetapi dapat diperluas ke berbagai wilayah Kabupaten Demak. Dengan turun langsung ke lapangan, kondisi dan kendala yang dihadapi satuan pendidikan dapat diketahui secara lebih nyata dan menjadi bahan masukan dalam menentukan kebijakan ke depan.

“Semoga kegiatan kunjungan Bunda PAUD bukan hanya di Kecamatan Mijen saja, tetapi bisa kita masifkan. Dengan begitu, kita bisa mengetahui kondisi dan kendala yang terjadi di lapangan sehingga menjadi salah satu masukan untuk kebijakan kami ke depan,” pungkasnya. (red-kmf/nin)

Bagikan

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *