Demak – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Demak. Kunjungan berfokus langsung pada penanganan darurat abrasi ekstrem dan penurunan muka tanah di kawasan pesisir Pantura Jawa di Desa Timbulsloko kecamatan Sayung, Senin (20/10/26). Turut mendampingi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Bupati Demak Eisti’anah, Wali Kota Semarang dan Bupati Kendal.
Fokus kunjungan kerja tersebut Menko AHY dan Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf memantau langsung penerapan pendekatan berbasis alam atau Nature-Based Solutions (NbS). Program Nature-Based Solutions (NbS) menjadi langkah perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa dengan menggabungkan pemulihan ekosistem mangrove dan pembangunan struktur pemecah gelombang. Di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, yang telah ditetapkan sebagai lokasi percontohan atau demonstration plotting pada 17–19 Oktober 2026.
Perubahan Timbulsloko berlangsung selama beberapa dekade. Wilayah yang dahulu didominasi sawah, kebun, tambak, dan mangrove perlahan kehilangan daratan akibat abrasi, genangan rob, dan penurunan muka tanah.
Ancaman di Pantura
Kondisi Pantura Jawa menghadapi ancaman abrasi, banjir rob, penurunan muka tanah, tekanan pembangunan, serta perubahan iklim. Termasuk Desa Timbulsloko menjadi salah satu kawasan yang terdampak parah. Berdasarkan data / dokumen kondisi yang dihadapi meliputi, laju abrasi rata-rata disebut mencapai 279 meter per tahun, tertinggi di kawasan Pantura Jawa.
Penurunan muka tanah di sebagian wilayah Sayung mencapai 10–20 sentimeter per tahun.
Ribuan hektare tambak, permukiman, dan kawasan mangrove terdampak kerusakan serta kehilangan daratan.
Rob dan banjir sungai yang terjadi bersamaan memperparah kondisi lingkungan dan kehidupan warga.
Strategi perlindungan
Pemerintah melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2025. Badan ini bertugas mengelola persiapan, perencanaan, pembangunan, dan pengembangan kawasan pesisir Pantura. Rencana perlindungan mencakup 15 segmen dari Serang hingga Gresik dengan pendekatan hibrida.
Sedangkan desa Timbulsloko ini telah menjadi lokasi penerapan Hybrid Engineering sejak 2013 dan program Building with Nature pada 2015–2020. Pendekatan tersebut menggunakan struktur permeabel untuk meredam gelombang, menangkap sedimen, dan membantu pemulihan mangrove. (red/kmf-ist)
