Boyolali – IDSD (Indeks Daya Saing Daerah) merupakan instrumen pengukuran daya saing pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk dapat merefleksikan tingkat produktivitas daerah. IDSD bukan hanya sebagai angka atau ukuran daya saing, tetapi sebagai alat untuk menemukan kekuatan dan kelemahan daerah, serta merumuskan kebijakan yang semakin tepat dan berdampak bagi masyarakat.
Di tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Demak mendapatkan apresiasi pemanfaatan IDSD dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang diserahkan pada hari ini, Rabu (19/08/26) bertempat di Alun-Alun Boyolali. Apresiasi tersebut di serahkan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen kepada Bupati Demak Eisti’anah.
Dalam apresiasi tersebut, Kabupaten Demak menjadi salah satu dari 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menerima penghargaan. Sembilan daerah lainnya yakni Kota Surakarta serta Kabupaten Kudus, Kendal, Sragen, Semarang, Batang, Blora, Cilacap, dan Temanggung.
Kepala Bapperida Masbahatun Niamah yang turut mendampingi Bupati mengatakan, capaian ini tidak lepas dari kontribusi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Demak, khususnya Bapperida serta perangkat daerah yang terlibat dalam penyediaan data, penyusunan laporan, analisis, hingga proses presentasi dan wawancara.
“IDSD tidak hanya menjadi angka atau ukuran tingkat daya saing daerah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk melihat kekuatan dan kelemahan daerah. Dengan demikian, data IDSD dapat menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan dan strategi pembangunan yang lebih efektif,”kata Masbahatun Niamah.
Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Demak masuk dalam TOP 10 Apresiasi IDSD Jawa Tengah Tahun 2026 merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan daya saing daerah melalui inovasi, kolaborasi, dan pembangunan yang berkelanjutan. (red-kmf/ist)
