Demak – Salah satu olah raga melatih keterampilan anak usia dini yang lagi populer Push Bike yang di gemari anak-anak usia 2 hingga 5 tahun dengan belajar bersepeda tanpa pedal sekaligus mengembangkan kemampuan motorik dan karakter.
Ketua Push Bike Demak, Rizki Eka Taufik, mengatakan pembinaan ini tidak hanya mengajarkan teknik mengendarai push bike, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif seperti keberanian, disiplin, sportivitas, dan rasa percaya diri.
“Push Bike Demak menjadi wadah pembinaan olahraga bagi anak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih meningkatkan kemampuan motorik, keseimbangan tubuh, konsentrasi, serta kemampuan bersosialisasi melalui aktivitas yang menyenangkan di luar ruangan,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (15/7/2026).
Menurut Rizki, olahraga push bike mulai diperkenalkan di Indonesia sejak 2014 dan mengalami perkembangan pesat pada periode 2020–2021. Berbeda dengan sepeda pada umumnya, push bike tidak menggunakan pedal sehingga anak menggerakkan sepeda dengan dorongan kaki. Cara tersebut dinilai efektif membantu anak belajar menjaga keseimbangan sebelum beralih ke sepeda konvensional.
Club Push Bike
Saat ini Push Bike Demak memiliki 12 anggota aktif. Latihan rutin dilaksanakan di Sport Center Demak setiap Rabu, Jumat, dan Minggu mulai pukul 17.00 WIB. Komunitas ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengenalkan olahraga tersebut kepada putra-putrinya.
Ke depan, Push Bike Demak menargetkan dapat bergabung secara resmi dengan Asosiasi Push Bike Indonesia (ASPINA) Jawa Tengah di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Dan kedepan dapat mengirimkan atlet mewakili Kabupaten Demak pada Festival Olahraga Daerah (FORDA).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, mengatakan kehadiran kegiatan push bike di Stadion Demak menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menyediakan ruang olahraga yang aman dan edukatif bagi anak-anak.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembinaan olahraga sejak usia dini, sekaligus mendorong anak-anak untuk lebih aktif bergerak, mengurangi ketergantungan terhadap gawai, serta membentuk generasi yang sehat, percaya diri, dan berkarakter,” pungkasnya. (red-kmf/ist)
