Pentingnya 1.000 HPK Merupakan Investasi Masa Depan Anak

Pentingnya 1.000 HPK Merupakan Investasi Masa Depan Anak

Demak – Noor Farida, Programmer Pembinaan Kesertaan Ber-KB Dinpermades P2KB Kabupaten Demak, dan Ana Farichatin, Koordinator Lapangan Balai Penyuluhan KB Kecamatan Mijen. Menjadi narasumber talkshow bertema “Seribu Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK): Awal Kehidupan, Investasi Masa Depan”. di Studio Radio Suara Kota Wali 104.8 FM. Senin (5/10/2026).

Bersama host Bro Bagus Dalam talkshow Noor Farida menjelaskan bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Masa tersebut menjadi periode penting karena pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung sangat pesat.

“Persiapan untuk mendukung tumbuh kembang anak bahkan perlu dilakukan sebelum kehamilan. Calon orang tua perlu mempersiapkan kesehatan, pola hidup, pengetahuan, serta kesiapan dalam pengasuhan,” kata Farida.

Ia juga menegaskan bahwa peran ayah sangat penting dalam 1.000 HPK. Ayah tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga perlu terlibat dalam pengasuhan, mendampingi ibu selama kehamilan, memberikan dukungan emosional, serta ikut merawat dan menstimulasi anak.

“Selain pemenuhan gizi, bahwa anak juga membutuhkan kasih sayang, pengasuhan yang baik, stimulasi, lingkungan yang sehat, pelayanan kesehatan, dan perlindungan. Stimulasi pun dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana seperti berbicara, bernyanyi, membaca buku, dan bermain bersama anak,” tambahnya.

Sementara itu, Ana Farichatin menekankan bahwa 1.000 HPK bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan ayah, keluarga, dan lingkungan. Menurutnya, kesehatan ibu selama kehamilan perlu dijaga melalui pemenuhan gizi dan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

“Periode 1.000 HPK memiliki kaitan erat dengan upaya pencegahan stunting. Pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin melalui pemenuhan gizi, pemberian ASI, makanan pendamping ASI sesuai kebutuhan anak, menjaga kesehatan dan sanitasi, serta menerapkan pola pengasuhan yang baik,” katanya.

“Setelah bayi lahir, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI yang sesuai kebutuhan dan perkembangan anak, sementara ASI tetap diteruskan,” lanjutnya.

Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin melalui layanan kesehatan, termasuk Posyandu, juga dinilai penting. Dengan pemantauan tersebut, apabila ditemukan adanya masalah pertumbuhan maupun perkembangan, dapat diketahui dan ditindaklanjuti lebih awal.

Ana menambahkan, keluarga besar seperti kakek dan nenek juga dapat mendukung pengasuhan. Namun, informasi yang diberikan harus berdasarkan sumber yang benar tidak mengikuti mitos yang berpotensi merugikan ibu maupun anak.

Dari program diseminasi ini Dinpermades P2KB Kabupaten Demak mengajak masyarakat menjadikan 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai investasi untuk menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas. Dengan persiapan kesehatan sejak sebelum kehamilan, pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan rutin, pengasuhan yang baik, stimulasi tumbuh kembang, serta keterlibatan aktif ayah dan ibu.

(Red-kmf/apj).

Bagikan

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *