Budaya Antikorupsi Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari, Tidak Hanya Soal Uang Saja

 

DEMAK – Upaya mencegah korupsi tidak cukup hanya dengan menindak pelaku setelah terjadi. Budaya antikorupsi perlu dibangun sejak dini melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga.
Budaya antikorupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab pejabat, aparatur sipil negara (ASN), maupun pengusaha. Namun Setiap orang memiliki peran dalam membangun lingkungan yang menjunjung tinggi integritas.

Hal tersebut disampaikan Inspektur Daerah Kabupaten Demak Kurniawan Arifendi, dalam Talkshow di Radio Suara Kota Wali (RSKW) 104.8 FM, Selasa (15/9/2026).

“Semua berperan di sana. Bukan hanya mereka yang menjadi pelaku, tetapi kita semua memiliki peran dalam membangun budaya antikorupsi,” kata Kurniawan.

Ia menjelaskan, upaya tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten. Kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian, hingga keberanian untuk bersikap benar merupakan nilai yang perlu dibiasakan sejak kecil.

Menurutnya, pembentukan karakter menjadi penting karena integritas tidak muncul secara instan ketika seseorang telah dewasa.

“Yang kita bangun adalah generasinya. Karena ketika anak-anak kita memiliki dasar yang kuat, mudah-mudahan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang berintegritas,” ujarnya.

Kurniawan juga mengajak masyarakat tidak berpikir bahwa persoalan antikorupsi hanya berkaitan dengan uang negara dalam jumlah besar. Sikap dan kebiasaan sehari-hari juga perlu menjadi perhatian karena karakter seseorang dibentuk dari kebiasaan yang terus dilakukan.

Karena itu, lingkungan keluarga dinilai memiliki peran penting. Orang tua dapat mengenalkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kemandirian melalui percakapan serta contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari. (red-kmf/apj).

Bagikan

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *