Demak — Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Demak terus mendorong optimalisasi pengisian laman Pusat Informasi dan Jejaring (PIJAR) serta pelaporan program pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pokja Bunda PAUD Kabupaten Demak yang digelar di Aula Budi Utomo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak, Selasa (1/9/2026).
Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Demak, Nur Aeni, mengatakan salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam rakor tersebut adalah memastikan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat terdokumentasi dan diunggah melalui platform PIJAR.
“Untuk kegiatan kali ini kita melanjutkan program yang ada, salah satunya bagaimana kegiatan kita terunggah. Semuanya ada di PIJAR dan ternyata masih sekitar 10 persen yang belum terunggah,” ujarnya.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Pokja Bunda PAUD Kabupaten Demak menghadirkan admin dari seluruh 14 kecamatan. Kehadiran para admin diharapkan dapat mempercepat proses pengunggahan kegiatan sekaligus memastikan tidak ada kegiatan yang terlewat dalam pelaporan.
“Semua admin dari 14 kecamatan kami hadirkan dalam rakor, sehingga bisa memperhatikan kegiatan yang belum terunggah,” lanjutnya.
Selain mengevaluasi pelaporan kegiatan, Pokja Bunda PAUD Kabupaten Demak juga menyiapkan program Turun Ke Bawah (TURBA) yang akan dilaksanakan pada 16 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Bunda PAUD akan mengunjungi satuan PAUD yang telah ditunjuk, yaitu PAUD di Desa Tanggul, Kecamatan Mijen Demak.
Program TURBA tersebut akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang tergabung dalam Pokja Bunda PAUD. Sebanyak 14 Bunda PAUD Kecamatan juga akan dilibatkan untuk melihat secara langsung pelaksanaan layanan pendidikan di PAUD Desa Tanggul.
Menurut Nur Aeni, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk melihat secara langsung bagaimana pemenuhan kebutuhan pendidikan anak dapat dilakukan secara optimal melalui sinergi lintas sektor.
“Kami ingin melihat bagaimana PAUD yang ada di Desa Tanggul, kemudian bagaimana anak-anak mendapatkan pendidikan. Khususnya untuk PAUD HI, bagaimana PAUD ini bisa dikemas, agar anak-anak mendapatkan pendidikan sebaik mungkin,” katanya.
Ia menjelaskan, kolaborasi berbagai pihak menjadi penting, terutama dalam pengembangan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). Konsep tersebut diharapkan mampu memastikan anak tidak hanya mendapatkan layanan pendidikan, tetapi juga memperoleh dukungan yang menyeluruh sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya.
Nur Aeni berharap berbagai program yang dijalankan Pokja Bunda PAUD dapat semakin memperkuat kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Demak. Dengan sinergi dan keterlibatan berbagai pihak, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan menjadi bagian dari generasi emas yang diharapkan bangsa.
“Sehingga anak-anak betul-betul menjadi generasi emas yang diharapkan oleh negara kita,” pungkasnya. (red-kmf/nin)
