Demak – Program Siaran Dakwah Radio Suara Kota Wali (RSKW) 104.8 FM kembali menghadirkan tausiyah keagamaan bersama KH. Nur Abidin, Jumat (28/8/2026). Mengangkat tema “Hadiah Allah SWT Ketika Mengalami Kesulitan”, kegiatan tersebut mengajak masyarakat untuk memandang setiap kesulitan hidup dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan prasangka baik kepada Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, KH. Nur Abidin menjelaskan bahwa kesulitan yang dialami seseorang tidak selalu berarti hukuman. Dalam kondisi tertentu, kesulitan dapat menjadi bentuk kasih sayang Allah SWT sekaligus sarana untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Ia mencontohkan berbagai ujian yang dialami para nabi, seperti Nabi Musa AS yang menghadapi kejaran Firaun serta Nabi Isa AS yang lahir tanpa seorang ayah dan melalui kehidupan yang penuh keterbatasan.
“Para nabi mendapatkan kesulitan dan kesusahan yang begitu besar. Jelas itu merupakan bentuk kasih sayang dari Allah kepada hamba-Nya,” jelas KH. Nur Abidin dalam siaran dakwah tersebut.
Menurutnya, untuk memahami apakah sebuah kesulitan merupakan ujian sebagai bentuk kasih sayang Allah atau akibat dari perbuatan manusia, seseorang perlu melakukan introspeksi terhadap dirinya sendiri.
“Yang lebih tahu sebenarnya dirinya sendiri. Kalau dirinya mengevaluasi dan menengok ke belakang, selama ini melakukan apa yang sekiranya melawan Allah, maka kesulitan yang datang bisa jadi menjadi tebusan dari perilakunya,” ungkapnya.
Sebaliknya, lanjut KH. Nur Abidin, apabila seseorang telah berusaha menjalankan perintah agama, menjaga salat dan amal ibadah, namun masih menghadapi berbagai kesulitan, maka kondisi tersebut dapat menjadi bentuk ujian dan kasih sayang Allah SWT.
Ia juga mengingatkan bahwa manusia tidak boleh mengukur keberhasilan ibadah hanya dari kondisi ekonomi maupun materi. Seseorang yang secara ekonomi memiliki keterbatasan, misalnya, belum tentu kehilangan nikmat Allah karena masih diberikan kesehatan, keluarga, ketenangan, maupun bentuk rezeki lainnya.
Doa Tidak Selalu Dikabulkan dalam Bentuk yang Diminta
Dalam sesi dialog, pembahasan juga menyinggung kondisi ketika seseorang telah berdoa dan beribadah, tetapi apa yang diharapkan belum kunjung terwujud.
KH. Nur Abidin menjelaskan bahwa manusia terkadang memiliki keinginan agar Allah SWT mengabulkan doa sesuai dengan apa yang diminta dan kapan waktu yang diinginkan. Padahal, manusia tidak memiliki kemampuan untuk mengatur ketetapan Allah.
“Kadang kita terkesan berdoa dengan sesuatu yang kita minta belum wujud, lalu kita menganggap doa itu tidak dikabulkan. Padahal kita tidak bisa mengatur Allah. Allah yang mengatur kita,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa seorang muslim hendaknya tidak mudah berputus asa ketika doa belum mendapatkan jawaban sebagaimana yang diharapkan. Menurutnya, terkabulnya doa tidak selalu harus berbentuk persis seperti permintaan seseorang.
Ada kalanya doa memberikan manfaat berupa diampuninya dosa, ada pula doa yang dikabulkan dengan diberikan kebaikan sesuai atau bahkan melebihi permintaan. Sementara sebagian kebaikan lainnya dapat ditangguhkan sebagai balasan di akhirat.
“Ini yang harus kita ketahui bahwa hidup tidak hanya di dunia,” katanya.
Kesulitan Harus Dihadapi dengan Sabar dan Berserah Diri
Lebih lanjut, KH. Nur Abidin mengajak masyarakat untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan kehidupan, termasuk persoalan ekonomi, pekerjaan maupun utang.
Menurutnya, manusia tidak pernah mengetahui melalui jalan apa Allah SWT akan memberikan solusi. Karena itu, setiap kesulitan hendaknya dihadapi dengan terus berikhtiar, berdoa, bersabar, dan berserah diri kepada Allah SWT.
“Yakinlah bahwa setiap kesulitan yang kita hadapi, manakala kita kembali kepada Allah karena semuanya bersumber dari Allah, Allah pasti akan mempertimbangkan kemudian memberikan solusi terbaik buat kita,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia bukanlah satu-satunya tempat untuk mendapatkan balasan atas kebaikan. Karena itu, seorang muslim hendaknya memiliki pandangan yang lebih luas dan tidak menjadikan keadaan duniawi sebagai satu-satunya ukuran terkabulnya doa maupun keberhasilan dalam beribadah.
Melalui program siaran dakwah tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa setiap kesulitan dapat menjadi momentum untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan kesabaran, ikhtiar, doa dan tawakal, setiap ujian kehidupan diharapkan dapat menjadi jalan menuju kebaikan dan hadiah terbaik yang telah Allah SWT siapkan. (Red-kmf/apj).
