Dendang Senam Gen Wali Ojo Korupsi, Tanamkan Integritas Lewat Gerak Lagu

 

Demak – Kampanye antikorupsi biasanya identik dengan seminar dan sosialisasi yang terkesan serius. Namun, Kabupaten Demak ber inovasi dengan pendekatan. Pesan “Ojo Korupsi” dikemas dalam lagu dan gerakan senam agar lebih mudah diterima, diingat, dan dipraktikkan masyarakat.

 

Dendang Gen Wali Ojo Korupsi disebut menjadi media kreatif untuk menyampaikan nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat.

 

Konsep tersebut dibahas dalam Talkshow RSKW Demak bertajuk “Semangat Haornas! Dendang Gen Wali, Demak Beraksi!” Dengam Narsum Kurniawan Arifendi., Inspektur Daerah Kabupaten Demak, dan Nurwahyudin, Kepala Bidang Pembinaan Olahraga, dengan Lulu Nagita sebagai host.

Disiarkan langsung melalui 104.8 FM Radio Suara Kota Wali, Selasa (15/9/2026).

 

Kurniawan menjelaskan, pendekatan melalui lagu dinilai lebih mudah melekat dibandingkan penyampaian pesan antikorupsi hanya melalui seminar atau sosialisasi formal.

 

Pesan yang dikemas dalam musik tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai lagu yang enak didengar, tetapi mampu menjadi pengingat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Menariknya, Dendang Gen Wali Ojo Korupsi juga mendapat respons positif dari kalangan anak-anak. Gerakan dan lagu tersebut mulai digunakan dalam berbagai kreasi yang beredar di media sosial, termasuk oleh pelajar SD dan SMP.

 

Kurniawan mengaku terharu melihat antusiasme tersebut. Menurutnya, keterlibatan anak-anak menjadi harapan untuk membangun generasi yang memiliki fondasi integritas sejak dini.

 

“Yang kita harapkan, anak-anak kita memiliki dasar yang kuat. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bersama ini ditangkap oleh seluruh masyarakat. Ini untuk kita semuanya,” katanya.

 

Ia menambahkan, masyarakat tidak harus hanya mengikuti gerakan senam secara formal. Yang lebih penting adalah pesan dan nilai yang terkandung di dalamnya dapat diingat dan diterapkan.

 

Gerakan Senam Dibuat Inklusif

 

Tidak hanya lagu dan pesan antikorupsi, pengembangan Dendang Gen Wali juga mendapat perhatian dari sisi gerakan. Konsep gerakan senam Dendang Gen Wali Ojo Korupsi telah disiapkan dan akan diluncurkan dalam kegiatan pada Jumat (18/9/2026), Saat acara peringatan Haornas 2026 tingkat kabupaten Demak.

 

Salah satu hal yang menarik, terdapat gerakan yang dibuat sebagai simbol komunikasi bagi teman-teman penyandang disabilitas. Konsep ini sekaligus memperlihatkan bahwa kampanye antikorupsi dapat dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintahan, olahraga, pendidikan, komunitas hingga masyarakat umum.

 

Sementara, Nurwahyudin, Kepala Bidang Pembinaan Olahraga menyampaikan,

Senam Kreasi Dendang Gen Wali Ojo Korupsi akan menjadi bagian dari rangkaian Haornas 2026 yang digelar Jumat (18/9/2026) di Sport Center Demak Istimewa.

 

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan rangkaian Senam Anak Indonesia Hebat, Senam Dendang Gen Wali Ojo Korupsi, dan Senam Aerobik.

 

Target peserta mencapai sekitar 2.350 orang, yang terdiri dari pelajar SD hingga SMA, OPD, guru olahraga, BUMD/BUMN, organisasi olahraga, serta masyarakat umum.

 

Selain membangun budaya antikorupsi, rangkaian Haornas juga menjadi momentum mengajak masyarakat membiasakan olahraga.

 

“Olahraga tidak harus selalu berat. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, stretching di rumah, maupun olahraga sesuai kemampuan dan usia tetap dapat dilakukan secara rutin,” katanya.

 

Masyarakat diharapkan tidak hanya memiliki tubuh yang sehat dan bugar, tetapi juga memiliki perilaku yang sehat melalui kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, dan integritas. (Red-kmf/apj).

Bagikan

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *