Kapolres Demak Ingatkan Bahaya Judi Online, Sebut Kemenangan Sesaat Bisa Picu Kecanduan

DEMAK – Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah tergiur ajakan maupun iming-iming kemenangan dari judi online (judol).

Menurutnya, judi online dapat menjerumuskan seseorang ke dalam siklus kecanduan yang sulit dihentikan. Rasa penasaran yang kemudian mendorong seseorang untuk mencoba dapat berkembang menjadi kebiasaan, terlebih ketika sempat merasakan kemenangan.

Hal tersebut disampaikan AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, siklus kecanduan judi online biasanya bermula dari rasa penasaran, kemudian mencoba, menang, kalah, hingga muncul keinginan untuk mengejar kekalahan. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang nekat berutang, bahkan menjual barang-barang berharga.

“Jangan sampai keberuntungan sesaat membuat kalian terlena. Inilah siklus kecanduan judi online. Rasa penasaran, mencoba, menang, kalah, mengejar kekalahan, berutang, menjual barang berharga, dan seterusnya akan berada di lingkaran kejam itu,” kata Samelino.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap kemenangan cepat yang ditawarkan dalam judi online. Menurutnya, berbagai bentuk permainan tersebut dapat membuat seseorang merasa seolah-olah memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan, padahal justru berpotensi menimbulkan kerugian.

“Jangan mudah percaya dengan kemenangan cepat. Ingat, semua keberhasilan membutuhkan proses,” tegasnya.

Untuk mencegah agar tidak terjerumus dalam kecanduan judi online, Kapolres Demak memberikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan.

Pertama, memilih lingkungan pergaulan yang mendorong pada kegiatan positif. Menurutnya, lingkungan menjadi salah satu faktor yang dapat membentuk kebiasaan seseorang sekaligus menjadi pintu masuk terhadap berbagai perilaku negatif.

Kedua, tidak mudah tergiur dengan kemenangan cepat. Masyarakat perlu memahami bahwa kesuksesan tidak diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan proses dan usaha.

Ketiga, mengalihkan aktivitas pada kegiatan-kegiatan positif. Waktu luang dapat diisi dengan berolahraga, menjalankan hobi, belajar, berkarya, maupun melakukan kegiatan yang memberikan manfaat.

Keempat, membangun komunikasi yang baik dengan keluarga, terutama orang tua. Ketika menghadapi persoalan, seseorang diharapkan tidak memendamnya sendiri, tetapi mau bercerita dan mencari solusi bersama keluarga.

Kelima, menanamkan pola pikir bahwa judi online bukanlah jalan menuju kesuksesan.

“Tanamkan mindset atau pola pikir kalian bahwa judi online bukan jalan kesuksesan,” pesannya.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra berharap masyarakat yang saat ini masih terlibat dalam judi online dapat segera menghentikan kebiasaan tersebut sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar, baik terhadap kondisi ekonomi, hubungan keluarga, maupun kehidupan sosial.

“Ayo teman-teman, masih ada waktu untuk berubah,” pungkasnya. (Red-kmf/apj).

Bagikan

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *