Demak – Ketersediaan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Demak saat ini mengalami kekurangan, terutama untuk golongan darah A positif (A+) dan AB positif (AB+). Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kebutuhan darah di rumah sakit terus berjalan setiap hari.
Hal tersebut disampaikan oleh Gustavian Bima, Staf UTD PMI Kabupaten Demak. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp. Kamis, (26/03/2026).
Bima menyampaikan, berdasarkan infografis terbaru per Kamis, 26 Maret 2026 pukul 08.00 WIB, stok darah di UTD PMI Kabupaten Demak menunjukkan bahwa beberapa golongan darah berada dalam kondisi terbatas, bahkan kosong. Untuk golongan darah A dan AB tercatat nihil, sementara golongan darah B tersedia 34 kantong dan O sebanyak 4 kantong. Ketersediaan trombosit juga tercatat kosong untuk semua golongan darah.
“Melihat kondisi tersebut, kami PMI Kabupaten Demak mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk segera mendonorkan darahnya. Setetes darah yang disumbangkan sangat berarti untuk membantu pasien yang membutuhkan, baik untuk keperluan operasi, kecelakaan, maupun pengobatan penyakit tertentu,” kata Bima.
Adapun syarat donor darah antara lain berusia 17 hingga 50 tahun, dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, memiliki berat badan minimal 47 kilogram, serta tidak sedang dalam kondisi tertentu seperti hamil, menyusui, atau menderita penyakit menular. Pendonor juga disarankan tidak dalam kondisi berpuasa dan tidak mengonsumsi obat dalam tiga hari terakhir.
Untuk memudahkan masyarakat, PMI Kabupaten Demak juga membuka layanan donor darah di kantor UTD PMI yang beralamat di Jalan Bhayangkara Baru Nomor 3, Demak. Layanan dibuka setiap hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, serta Sabtu pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Selain itu, PMI juga menggelar kegiatan donor darah keliling, di antaranya pada Jumat, 27 Maret 2026 di Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, serta Sabtu, 28 Maret 2026 di MTA Karangrejo Wonosalam dan Nasmoco Demak.
PMI Kabupaten Demak berharap partisipasi aktif masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah, sehingga pelayanan kesehatan bagi warga tetap berjalan optimal. (Red-kmf/apj).
