Demak – Pemerintah Kabupaten Demak bersama Baznas Demak melaksanakan Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Shodaqoh (ZIS) di Kecamatan Karangawen, serta penyerahan bantuan program penguatan ekonomi mustahik UMKM melalui program Z-Mart Baznas. Z-Mart adalah program pemberdayaan ekonomi dari BAZNAS berupa pendampingan dan modal untuk mengembangkan warung ritel mikro milik mustahik (penerima zakat) agar mampu bersaing dengan minimarket modern. Senin (16/03/26).
Di hadiri Bupati Demak Esti’anah, Sekretaris Daerah Akhmad Sugiharto, kepala desa serta perangkat desa se-Kecamatan Karangawen.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Demak Esti’anah menyampaikan bahwa program Z-Mart merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat yang dihimpun dari aparatur pemerintah untuk kemudian dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program pemberdayaan ekonomi.
“Di Kecamatan Karangawen terdapat 24 penerima manfaat program Z-Mart, dengan rincian masing-masing desa dua orang penerima. Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp5 juta, yang terdiri dari Rp3,5 juta berupa uang tunai sebagai tambahan modal usaha dan Rp1,5 juta untuk branding Z-Mart,” jelasnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa program Z-Mart ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2025, dan hingga tahun 2026 seluruh 249 desa di Kabupaten Demak telah mendapatkan program tersebut dengan dua penerima manfaat di setiap desa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto menekankan pentingnya optimalisasi pengumpulan zakat, khususnya zakat penghasilan dari aparatur pemerintah maupun perangkat desa.
Menurutnya, zakat penghasilan merupakan kewajiban yang dapat dilaksanakan oleh para aparatur yang telah memenuhi ketentuan.
Sementara , Ketua Baznas Kabupaten Demak Bambang Soesetiarto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Demak, Wakil Bupati Demak, serta Sekretaris Daerah atas dukungan dan inisiasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa bantuan program Z-Mart di Kecamatan Karangawen diberikan kepada 24 penerima manfaat yang berasal dari 12 desa, dengan masing-masing desa mendapatkan dua penerima bantuan. (Red-kmf/apj).
