Tradisi Weh-Weh Masih Terjaga di Perum Griya Bhakti Praja Mangunjiwan

Demak – Tradisi weh-weh buweh atau yang dikenal sebagai tradisi saling berbagi masih terus terjaga di lingkungan warga Griya Bhakti Praja RT 06 RW 07, Kelurahan Mangunjiwan. Tradisi saling memberi ini sejak dulu sudah ada di kabupaten Demak.

Namun di era digital tradisi turun menurun ini sudah jarang di temui. Di kampung Griya Bhakti Praja RT 06 RW 07, Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap memasuki malam ke-21 bulan Ramadan, Selasa (10/03/26) malam bakdal Magrib.

Tradisi weh-weh buweh dilakukan oleh anak-anak dengan turun di jalan membawa berbagai jajanan ringan dari rumah. Mulai dari snack ringan, mi goreng, susu, es buah, es cincau, puding, hingga es krim. Bahkan ada pula warga yang turut membagikan uang baru senilai Rp5.000 kepada anak-anak. Kemudian saling bertukar dengan teman maupun tetangga di kampung tersebut.

Ketua RT setempat Mustagfirin menyampaikan bahwa tradisi ini telah berlangsung sejak lama dan hingga kini masih terus dilestarikan oleh warga.

“Tradisi ini sudah lama dilakukan dan alhamdulillah setiap tahun selalu dimeriahkan oleh anak-anak. Tidak hanya anak-anak, orang tua juga ikut mendampingi dan memeriahkan kegiatan ini,” ujarnya.

Putri, yang turut dalam tradisi tersebut mengatakan, tradisi weh weh memiliki makna dan filosofi Weh-wehan (bahasa Jawa weweh alias memberi) yang melambangkan berbagi kebahagiaan, tenggang rasa, gotong royong, dan sedekah. (Red-kmf/apj/ist).

Bagikan

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *