Demak – Pengelola media sosial perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak, mengikuti Workshop Penguatan Kompetensi Admin Media Sosial Perangkat Daerah, bertempat di Gedung Grhadika Bina Praja, Kamis, (27/11/25).
Plt Kabag Prokompim Nurul Prasetyani Pada kesempatan tersebut mengapresiasi hasil lomba video konten HUT Korpri
Sejumlah video yang sudah di upload melalui media sosial dan di kolaborasikan pada akun Instagram @pemkab.demak untuk lomba konten HUT Korpri dinilai memiliki kualitas yang mengesankan. “Kreativitas teman-teman luar biasa. Videonya bagus-bagus sampai Ibu Bupati bingung menilai,” katanya.
Penilaian lomba konten HUT Korpri akan di nilai langsung oleh Bupati Demak Eisti’anah, kemudian perwakilan wartawan dari Suara Merdeka, serta kreator konten pemerintah daerah.
Sementara narasumber Yosua Parikesit selaku konten kreator Bupati Demak Eisti’anah, yang memberikan materi terkait pembuatan konten dan bagaimana cara pengambilan konten agar tetap pada zona aman.
“Agar konten menarik butuh yang namanya HOOK. Hook inilah yang nantinya untuk menggaet para penonton. Jadi tiga detik pertama pada video ini harus ada hook yang menarik supaya video tersebut menjadi menarik para penonton,” katanya.
“Hook ini bisa berupa suara yang ada di dalam video maupun tulisan yang ada di video. Sehingga di usahakan membuat hook yang on point pada tiga detik pertama supaya video nanti bisa menarik penonton,” tambahnya
Ia juga menjelaskan terkait safe zone (zona aman) pada saat pengambilan video konten. Pengambilan video dan editing video di sarankan agar tetap pada zona aman.
“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat meng upload konten. Misalnya di tiktok di sisi kanan layar handphone ada beberapa tampilan seperti like, share, comment. Hal ini harus di perhatikan pada pengambilan video supaya informasi yang kita sampaikan terbaca atau terlihat oleh penonton,” jelasnya
“Begitu pula dengan reels yang ada di Instagram. Seperti halnya di saat kita memberikan logo di atas, atau subtitle di bawah dan di atas itu harus di perhatikan di zona aman supaya informasi terlihat dengan jelas, tidak terpotong dengan tampilan asli pada saat kita membuka sosmed melalui layar handphone,” tutupnya. (Red-kmf/apj).
