Gubernur Jateng Datangi Desa Blerong Tinjau Penanganan Stunting

Demak – Bupati Demak Eisti’anah menyambut kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat kunjungan kerja di desa Blerong Kecamatan Guntur. Untuk melihat langsung penanganan stunting di wilayah tersebut, Selasa, (18/7/23).
Dalam kunjungan tersebut Gubernur Ganjar bertemu ibu hamil yang berisiko tinggi karena usianya sudah di atas 35 tahun bahkan yang berusia 42 tahun dan hamil kembar.

“Maka ini udah risti banget, ya usianya ya kandungannya. Maka saya minta yang seperti ini menjadi perhatian” Kata Ganjar.

Gubernur juga menegaskan terkait stunting harus menjadi perhatian seluruh komponen masyarakat. Selain untuk mencapai target nasional di angka 14 persen pada 2024 mendatang.

Menurut Ganjar pentingnya pendataan juga berpengaruh pada penanganan kemiskinan ekstrem. Hal ini berkaitan dengan adanya stunting.

“Makanya ini kami kebut, cerita-cerita seperti ini yang kami sampaikan, pengecekan langsung di lapangan kami lakukan, dan kami mesti mendapatkan laporan rutin. Ini yang menurut saya penting, agar kami bisa memastikan treatment nya diberikan sehingga nanti potensi angka turunnya bisa terbaca dengan baik,”

“Saya minta kalau anggarannya kurang, persoalan stuntingnya tetap didata, nanti disampaikan pada ibu Bupati atau kepada Gubernur sehingga kalau ada yang kurang kami yang nambahin,” terang Ganjar.

Sementara Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan bahwa Gubernur mengapresiasi terhadap pemkab Demak yang berupaya terus menekan stunting. Kemudian dari pemkab Demak juga memberikan bantuan untuk anak yang stunting makanan harian selama 120 hari.

“Setelah tadi melakukan tinjauan bapak Gubernur mengapresiasi, dan dari Dinas lain juga akan support, seperti dinas kelautan juga support untuk anak yang stunting, kemudian dinas Perkim juga membantu pembuatan jamban. Jadi kita bersama – sama untuk menekan angka stunting di Kabupaten Demak,” terang Eisti.

Berdasarkan data dari Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM), angka stunting di Jawa Tengah pada tahun 2018 adalah 24,4 persen. Kemudian turun menjadi 18,3 persen pada 2019. Pada 2020, angka tersebut turun lagi menjadi 14,5 persen, dan pada 2021 menjadi 12,8 persen, hingga pada 2022 mencapai angka 11,9 persen.
(Kominfo/Apj-rd).

Bagikan

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *