“Dukcapil Berbakat” Masuk Ketegori 5 Besar Dalam Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik

“Dukcapil Berbakat” Masuk Ketegori 5 Besar Dalam Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik

Demak – Pemerintah Kabupaten Demak terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat. Salah satunya melalui inovasi Dukcapil Berbakat, atau Dukcapil Bersama Fasilitas Kesehatan Menyambut Bayi Baru Lahir dengan Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak. Inovasi ini dipresentasikan dalam kegiatan Presentasi dan Wawancara Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik PRO Tematik Tahun 2026 di Grhadika Bina Praja, Kamis (22/10/2026).

Keunggulan Dukcapil Berbakat terletak pada upaya edukasi, pendampingan, dan sosialisasi administrasi kependudukan sejak masa kehamilan, melalui kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan fasilitas kesehatan sebagai pintu masuk pengajuan layanan.

Melalui konsep layanan 8 in 1, masyarakat dapat memperoleh delapan jenis layanan, yakni Nomor Induk Kependudukan atau NIK, akta kelahiran, Kartu Identitas Anak atau KIA, perubahan elemen data, Kartu Keluarga, KTP elektronik, Identitas Kependudukan Digital atau IKD, serta aktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan. Menariknya, melalui inovasi ini, penerbitan dokumen ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu 1 x 24 jam.

Dalam sesi wawancara di hadapan Tim Panelis dari Kemenpan RB melalui daring, Bupati Demak Eisti’anah menjelaskan, bahwa pelaksanaan Dukcapil Berbakat didukung kerja sama dengan 34 fasilitas pelayanan kesehatan (faskes), yang terdiri atas dua RSUD, empat rumah sakit swasta, 27 puskesmas, dan satu klinik bidan. Upaya ini selaras dengan Asta Cita dan program prioritas Presiden dalam penguatan sumber daya manusia sektor kesehatan serta pemenuhan hak identitas anak sejak lahir.

Bupati Demak juga menjelaskan bahwa pelayanan tetap dapat diakses oleh masyarakat yang melahirkan di luar jangkauan 34 fasilitas kesehatan mitra. Dalam kondisi tersebut, pemerintah desa atau kelurahan dan kecamatan dapat membantu pengajuan layanan secara daring sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan.

5 Besar Kategori Elektronik

Tim penilai, dr. Teguh, mengapresiasi capaian inovasi yang telah sampai pada tahap presentasi dan wawancara. Ia berharap komitmen yang telah disampaikan Bupati Demak dapat terus dilanjutkan, sekaligus mendorong penguatan infrastruktur, kompatibilitas sistem, integrasi layanan, dan kepatuhan terhadap regulasi pelayanan elektronik.

Sebelumnya, inovasi ini telah melalui tahapan pengajuan proposal, seleksi administrasi, dan penilaian proposal. Dari total 340 inovasi yang masuk, sebanyak 150 inovasi lolos seleksi administrasi, hingga akhirnya terpilih 20 inovasi dalam empat kategori. Kabupaten Demak berhasil masuk lima besar pada kategori layanan elektronik.
Setelah tahap wawancara ini, proses selanjutnya adalah pengumuman OPSI atau Outstanding Public Service Innovation, yang dijadwalkan pada 28 Oktober mendatang

Sementara itu, Toriq dari Kumparan memberikan catatan positif terhadap video yang menampilkan pengalaman masyarakat secara langsung. Visual on the spot dinilai mampu membangun komunikasi publik yang kuat, dengan penyampaian pesan yang menarik dan menyentuh.

(red-kmf/ ray)

Bagikan

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *