Demak – Bantuan air bersih untuk empat lokasi, yaitu Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar; Desa Kebonbatur dan Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen; serta SMPN 1 Wedung di salurakan BPBD Demak sebanyak 75.000 liter air atau 15 tanki, yang diperuntukan bagi 2.737 jiwa dari 871 kepala keluarga (KK). Rabu (2/9/26).
Bantuan air bersih disalurakan mengingat wilayah tersebut kekeringan dan membutuhkan air bersih pada musim kemarau ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak hingga akhir Agustus 2026 telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Sebanyak 242 tangki atau setara 1.210.000 liter air bersih di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengatakan pendistribusian bantuan air bersih masih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Hal tersebut disampaikan Agus di sela kegiatan pendistribusian bantuan air bersih.
“Untuk hari ini kami akan mendistribusikan bantuan air bersih ke empat lokasi, yaitu Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar; Desa Kebonbatur dan Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen; serta SMPN 1 Wedung,” kata Agus.
“Bantuan air bersih tersebut berasal dari BBWS Pamali Juana, jurnalis, dan BPBD,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan memanfaatkan bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan utama, seperti untuk minum, memasak, serta keperluan rumah tangga lainnya.
Bantuan Tersalurkan
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Demak, Suprapto, menyampaikan bahwa hingga akhir Agustus 2026, bantuan air bersih telah disalurkan ke delapan kecamatan.
Rinciannya, Kecamatan Mranggen sebanyak 585.000 liter, Guntur 110.000 liter, Karanganyar 370.000 liter, dan Wedung 10.000 liter. Selanjutnya, Kecamatan Gajah sebanyak 75.000 liter, Wonosalam 5.000 liter, Demak 45.000 liter, dan Sayung 10.000 liter.
“Total bantuan keseluruhan sebanyak 1.210.000 liter atau 242 tangki untuk 33.537 jiwa dari 6.586 KK yang tersebar di delapan kecamatan,” terang Suprapto.
Ia menambahkan, berdasarkan data BPBD Demak, wilayah terdampak meliputi 21 desa, delapan kecamatan, dua pondok pesantren, dan lima sekolah. (red-kmfo/ist)
