Demak – Bupati Demak Eisti’anah membuka Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (KRENOVA) Kabupaten Demak Tahun 2026 yang mengusung tema “Inisiasi Ekonomi Hijau untuk Mendukung Ekonomi Berkelanjutan”, Rabu (22/7/26), di Hotel Amantis.
Peserta dari 18 inovasi terbaik tampil pada tahap penilaian akhir setelah melalui proses seleksi dan verifikasi lapangan. Beberapa karya yang dipresentasikan antara lain Biobro Green Farming, Bima Sakti, Zee Freezer, Wangi Daun, Vura, dan Si-Tania.
Dalam sambutannya, Bupati Eisti’anah mengapresiasi seluruh peserta yang telah menuangkan ide, kreativitas, dan inovasi terbaiknya. Menurutnya, KRENOVA bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi wadah untuk menumbuhkan budaya inovasi, mendorong lahirnya berbagai solusi atas persoalan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Ia menegaskan bahwa konsep ekonomi hijau kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Karena itu, ia berharap berbagai inovasi yang lahir melalui KRENOVA mampu menghadirkan solusi nyata, mulai dari pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, teknologi pertanian ramah lingkungan, efisiensi penggunaan air dan energi, hingga pengembangan produk lokal yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Eisti’anah mengatakan Pemerintah Kabupaten Demak berkomitmen membangun ekosistem inovasi yang semakin kuat melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci agar hasil inovasi tidak berhenti sebagai sebuah karya, tetapi dapat dihilirisasi, diterapkan di masyarakat, bahkan memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami juga berharap para peserta tidak berhenti sampai di ajang kompetisi ini. Teruslah mengembangkan karya, melakukan penyempurnaan, memperluas jejaring, dan memanfaatkan perkembangan teknologi digital agar inovasi yang dihasilkan semakin bermanfaat serta mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Eisti’anah.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Demak, Masbahatun Ni’amah, menyampaikan bahwa jumlah pendaftar KRENOVA Tahun 2026 mencapai 36 peserta. Setelah melalui proses verifikasi lapangan, sebanyak 18 peserta dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahap penilaian.
Ia menjelaskan, tim juri berasal dari berbagai unsur, yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Masbahatun menambahkan, para pemenang akan memperoleh trofi, sertifikat, dan uang pembinaan. Juara I menerima uang pembinaan sebesar Rp10 juta, juara II Rp9 juta, juara III Rp8 juta, harapan I Rp7 juta, harapan II Rp6 juta, dan harapan III Rp5 juta.
Ia berharap berbagai inovasi yang dihasilkan dalam KRENOVA tidak hanya berhenti pada tahap kompetisi, tetapi dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara luas untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Demak. (red-kmf/ist)
