{"id":2024,"date":"2022-03-28T15:02:45","date_gmt":"2022-03-28T08:02:45","guid":{"rendered":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/?p=2024"},"modified":"2022-03-28T15:06:49","modified_gmt":"2022-03-28T08:06:49","slug":"sejarah-singkat-hari-jadi-kabupaten-demak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/2022\/03\/28\/sejarah-singkat-hari-jadi-kabupaten-demak\/","title":{"rendered":"SEJARAH SINGKAT HARI JADI KABUPATEN DEMAK"},"content":{"rendered":"<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p>Kabupaten Demak tumbuh dari sebuah kota lama yang bersejarah dan penting peranannya \u00a0dalam pemerintahan, politik, ekonomi \u00a0dan \u00a0sosial budaya khususnya dalam siar Agama Islam di Indonesia terutama di Pulau Jawa.\u00a0Karena sejarahnya\u00a0\u00a0tersebut, Pemerintah Kabupaten Demak berusaha mencari dan merumuskan Hari Jadinya.<\/p>\n<p>Penetapan Hari jadi menjadi \u00a0sangat penting, ditinjau dari berbagai aspek yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li>Aspek Historis, merupakan sarana bagi penulisan sejarah<\/li>\n<li>Aspek Pragmatis, merupakan sarana \u00a0membangkitkan kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.<\/li>\n<li>Aspek Pembangunan, memacu\u00a0masyarakat\u00a0berperan serta membangun daerahnya.<\/li>\n<li>Aspek Kepariwisataan, meningkatkan kesadaran masyarakat, menjadikan daerahnya lebih menarik minat para wisatawan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>DASAR HUKUM<\/strong><\/p>\n<p>Penentuan Hari Jadi Kabupaten Demak, berdasarkan Surat Gubernur \u00a0Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah tanggal 6 Agustus 1987 No. 033.3\/ 20122 yang \u00a0\u00a0ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Demak No. 125.1\/ 34\/ 1991 dan disempurnakan dengan Surat Keputusan No. 125.1\/ 194\/ 1991 tentang Pembentukan Panitia Penyusunan Hari Jadi Kabupaten Demak yang bertugas \u00a0\u00a0menyusun dan merumuskan Hari Jadi Kabupaten Demak. Hasilnya\u00a0penetapan Hari Jadi Kabupaten Demak dikukuhkan dengan Peraturan \u00a0Daerah No.3 Tahun 1991 tentang Hari Jadi Kabupaten Demak.<\/p>\n<p>Panitia telah sepakat untuk bertitik sentral pada saat penobatan Raden Fatah menjadi Raja atau Sultan yang pertama di Kasultanan Bintoro Demak sebagai momentum Hari Jadi Kabupaten Demak, karena :<\/p>\n<ol>\n<li>Dengan bentuk kerajaan berarti Demak sudah berdaulat penuh dan lepas dari pengaruh negara lain secara politis kenegaraan.<\/li>\n<li>Raden Fatah merupakan tokoh yang: patuh kepada orang tua, ulama besar yang ulet dan tangguh, seorang negarawan besar, ahli dalam menyusun strategi, seorang yang cinta kepada tanah air.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>SEJARAH SINGKAT DEMAK<\/strong><\/p>\n<p>Sejarah Demak tidak lepas dari Kerajaan Majapahit khususnya saat \u00a0pemerintahan Prabu Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. Raden Fatah sebagai Sultan pertama Kasultanan Bintoro.\u00a0Demak merupakan putra Prabu Kertabumi dengan Putri Cempa. Sewaktu dalam kandungan, Putri Cempa dihadiahkan \u00a0kepada Aria Damar,\u00a0penguasa Palembang. Oleh sebab itu, Raden Fatah lahir\u00a0di \u00a0Palembang.<\/p>\n<p>Setelah dewasa Raden Fatah berguru pada Sunan Ampel\u00a0dan dinikahkan dengan putrinya yang bernama Nyai Ageng Maloka. Atas perintah Sunan Ampel, Raden Fatah \u00a0bermukim \u00a0\u00a0di Glagah Wangi atau Bintoro untuk \u00a0menyiarkan agama Islam. Selanjutnya Raden Fatah dan Sunan Ampel pergi ke Majapahit menghadap Prabu Kertabumi\u00a0untuk menceritakan asal usul dan tujuannya\u00a0membuka Glagah Wangi atau Bintoro.<\/p>\n<p>Mendengar hal tersebut Prabu Kertabumi mengakuinya sebagai putra dan mengijinkan Raden Fatah \u00a0meneruskan tujuannya dan mendirikan masjid. Bintoro semakin berkembang\u00a0tidak hanya sebagai pusat penyiaran Agama Islam, namun juga sebagai pusat kegiatan politik, militer,\u00a0 perdagangan dan pengembangan budaya Islam Indonesia.\u00a0Raden Fatah kemudian diangkat sebagai Adipati Notopraja.<\/p>\n<p>Pertumbuhan Kadipaten Bintoro menjadi pesat. Hal ini tidak terlepas dari kekalutan \u00a0politik di pusat Kerajaan Majapahit\u00a0yang\u00a0\u00a0diwarnai \u00a0oleh munculnya kembali benih pertentangan antara keturunan Dinasti Singosari dengan \u00a0Kediri. Girindra Wardana Dyah Rama Wijaya putri Bhre Pandan Salas menyerbu \u00a0Keraton Majapahit, dan Prabu Kertabumi gugur dalam peperangan. Mendengar \u00a0Prabu Kertabumi wafat, Raden Fatah mengirimkan \u00a0\u00a0pasukan perang dipimpin \u00a0Pangeran Kudus untuk menyerbu Majapahit sebagai \u00a0balas\u00a0atas wafat ayahnya.<\/p>\n<p>Setelah berhasil mengalahkan Majapahit, Demak berusaha memunculkan diri sebagai penguasa politik di Jawa. Atas upaya para Wali didukung para \u00a0penguasa\u00a0\u00a0wilayah yang sudah menganut Agama Islam, Raden Fatah kemudian dinobatkan menjadi Sultan Demak yang pertama dengan gelar Senopati Jimbun Ngabdul Rahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama.\u00a0Selanjutnya Demak meluaskan \u00a0kekuasaannya ke arah barat, yaitu Cirebon.<\/p>\n<p>Pada tahun 1512 Masehi dikirimlah ekspedisi militer ke Malaka untuk memerangi penjajah Portugis.\u00a0Pada masa itu pula, budaya Islam berkembang dengan pesat\u00a0hingga saat ini. Perpaduan \u00a0unsur budaya dan tradisi pra Islam dengan budaya Islam memberikan warna tumbuhnya budaya baru di Indonesia, seperti upacara perayaan Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi dan lain-lain, dilakukan oleh masyarakat muslim di\u00a0pusat kerajaan sampai ke desa-desa.<\/p>\n<p>Berbagai tradisi dan seni bernafaskan Islam berkembang luas dan masih terlihat di bekas pusat-pusat kerajaan, seperti Cirebon, Banten, Mataram, Aceh dan beberapa tempat yang lain.<\/p>\n<p>Hasil penelitian dan pengkajian oleh \u00a0panitia penyusunan hari jadi, maka penobatan Raden Fatah yaitu tanggal 12 Rabiul Awal 1425 Saka, setelah dikonversikan jatuh pada \u00a0tanggal 28 Maret Masehi.<\/p>\n<p><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p>Demikian sejarah singkat Hari Jadi Kabupaten Demak. Semoga perjuangan, kepatuhan serta tingkah laku Raden Fatah yang menjadi tokoh sentral dalam penetapan Hari Jadi Kabupaten Demak ini, dapat menjadi tauladan bagi masyarakat Demak, khususnya generasi muda dalam membangun Kabupaten Demak tercinta.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENDAHULUAN Kabupaten Demak tumbuh dari sebuah kota lama yang bersejarah dan penting peranannya \u00a0dalam pemerintahan, politik, ekonomi \u00a0dan \u00a0sosial budaya khususnya dalam siar Agama Islam di Indonesia terutama di Pulau Jawa.\u00a0Karena sejarahnya\u00a0\u00a0tersebut, Pemerintah Kabupaten Demak berusaha mencari dan merumuskan Hari Jadinya. Penetapan Hari jadi menjadi \u00a0sangat penting, ditinjau dari berbagai aspek yaitu : Aspek Historis, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2025,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-2024","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2024","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2024"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2024\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2031,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2024\/revisions\/2031"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2025"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2024"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2024"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2024"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}