{"id":1502,"date":"2022-02-09T14:54:51","date_gmt":"2022-02-09T07:54:51","guid":{"rendered":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/?p=1502"},"modified":"2022-02-09T14:54:51","modified_gmt":"2022-02-09T07:54:51","slug":"dari-sampah-memiliki-nilai-ekonomis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/2022\/02\/09\/dari-sampah-memiliki-nilai-ekonomis\/","title":{"rendered":"Dari Sampah Memiliki Nilai Ekonomis"},"content":{"rendered":"<div class=\"isi\">\n<p>Demak &#8211;\u00a0 Sampah yang dipandang sebelah mata bagi sebagian besar masyarakat,\u00a0 kini justru menjadi sesuatu yang berguna serta memiliki nilai ekonomis. Di tangan para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Loka Jaya Desa Ngelo Wetan Kecamatan Mijen, sampah dapat dimanfaatkan seperti diolah menjadi kompos dan pengembang biakan\u00a0 budidaya maggot atau larva.<\/p>\n<p>Sekretaris Karang Taruna Loka Jaya Afryda Afyana menyampaikan, disini sampah dikelola menjadi beberapa sistem. Untuk pengelolaan sampah anorganik yaitu berupa barang yang dapat di daur ulang dilakukan dengan membentuk bank sampah. Mekanismenya, warga desa yang menjadi nasabah bank sampah setiap saat dapat menyetorkan sampahnya ke bank sampah.<\/p>\n<p>\u201cSetiap sampah anorganik akan dihargai dengan rupiah. Hasil setoran sampah tersebut dicatat dalam buku tabungan layaknya bank pada umumnya. Kemudian hasil tabungan tersebut akan diberikan kepada nasabah pada akhir tahun. Dari hasil setoran sampah anorganik tersebut selanjutnya dijual ke tempat usaha rosokan,\u201d kata Afryda.<\/p>\n<p>\u201cUntuk sampah anorganik yang kita kelola di bank sampah antara lain, botol bekas, kardus, barang-barang yang terbuat dari logam, dan masih banyak yang lainnya. Untuk harganya kita sesuaikan dengan harga di pasaran,\u201d imhuhnya.<\/p>\n<p>Sedangka untuk pengolahan sampah anorganik Afryda menjelaskan digunakan untuk\u00a0 pengembangbiakan budidaya maggot atau larva dari Black Soldier Fly (BSF). Maggot ini merupakan binatang pengurai sampah yang dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, seperti pakan ikan, burung, ayam, bebek dan sebagainya.<\/p>\n<p>Sedangkan, Anggota Karang Taruna Loka Jaya, Agung menuturkan, masih terdapat beberapa kebutuhan yang belum terpenuhi dalam pengelolaan sampah di desanya. Seperti lahan untuk pengelolaan, bak sampah, sarana angkut sampah (mobil bak terbuka) serta peralatan seperti mesin perajang sampah. Dirinya berharap ke depan apa yang telah dilakukan mendapat dukungan dari berbagai pihak.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini kami masih jemput bola, dan armada yang kita gunakan sepeda motor. Lahannya pun masih menggunakan lahan milik pribadi. Semoga ke depan ada banyak pihak yang mendukung langkah kami dalam mengelola sampah yang baru kita mulai di awal 2022 ini,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Sementara, warga setempat Hastin sangat mengapresiasi pengelolaan sampah yang dilakukan pemuda Karang Taruna di desanya. Dia mengaku diuntungkan dengan pengelolaan sampah tersebut. Setidaknya dengan adanya pengelolan sampah anorganik maupun organik, dia sudah tidak repot lagi untuk membuang sampah. Terlebih di desanya belum tersedia tempat pembuangan sampah.<\/p>\n<p>\u201cMeskipun karang taruna sudah melakukan pengelolaan sampah, saya berharap ke depan tetap dibentuk tempat pembuangan sampah. Karena masih ada beberapa jenis sampah yang tidak bisa dimanfaatkan dan harus diproses pemusnahannya,\u201d pungkasnya. (kominfo\/ist)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demak &#8211;\u00a0 Sampah yang dipandang sebelah mata bagi sebagian besar masyarakat,\u00a0 kini justru menjadi sesuatu yang berguna serta memiliki nilai ekonomis. Di tangan para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Loka Jaya Desa Ngelo Wetan Kecamatan Mijen, sampah dapat dimanfaatkan seperti diolah menjadi kompos dan pengembang biakan\u00a0 budidaya maggot atau larva. Sekretaris Karang Taruna Loka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1503,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-1502","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1502"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1502\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1504,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1502\/revisions\/1504"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1503"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suarakotawali.demakkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}